JATUH BANGUN USAHA NANANG SUHERMAN DARI GEROBAKAN HINGGA 70 OUTLET AYAM GORENG NELONGSO

Siapa sangka bahwa bisnis ayam goreng Nelongso yang dirintis oleh Nanang Suherman menjadi besar hingga cabangnya berada di berbagai kota besar mulai dari Kota Malang (cabang pertamanya) kemudian ekspansi ke kota Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Denpasar hingga di kota Jakarta. Tapi untuk mencapai kesuksesan ini, Nanang harus mengalami ke-Nelongso-an selama bertahun-tahun.


Profil Singkat Nanang Suherman


Nanang Suherman
Nanang Suherman



Nanang Suherman lahir di Probolinggo, 5 Januari 1984 (34). Seorang anak tunggal yang lahir dari orang tua yang kurang berkecukupan. Bahkan tempat tinggalnya berada di Kali Basin yaitu tempat banyak orang suka "buang hajat" sehingga jika saat hujan lebat kemudian air meluap, maka "hajat-hajat" tersebut akan keluar dan masuk mengotori rumahnya. Begitulah nelongsonya Nanang Suherman beserta keluarganga.

Nelongso itu pun tidak sampai disitu saja. Nanang akhirnya berhasil kuliah di kota Malang berkat kemauannya dan keyakinan yang kuat walau kedua orang tua tidak mampu membiayai pendidikannya. Ia terus memutar otak agar bisa tetap lulus kuliah dan mampu memberikan uang kepada orang tuanya. Dengan keyakinannya, Nanang pun mulai mencari ide untuk berbisnis. Dimulai dari awal semester kuliah, ia memilih menjadi loker koran hingga ia berhasil mempunyai pabrik eksport biji plastik.


Jatuh bangun bisnis Nanang hingga total hutang mencapai 1.3M


Sampai dititik ini, Nanang pun harus mengalami jatuh-bangun mulai dari usaha pertamanya yaitu sebagai loper koran ketika ia baru menginjak bangku kuliah di semester satu, kemudian mencoba menjadi sales computer, lalu menjadi makelar mobil bekas hingga menjadi pengeksport biji plastik namun sayang berbagai usahanya merugi dan akhirnya harus gulung tikar.

Berbagai bisnis dan usaha lainnya pun pernah dicoba oleh Nanang. Usaha yang pernah dirintis maju, mundur, maju hingga harus mengalami kebangkrutan. Tapi mental Nanang selalu kuat dan setiap ia mempunyai usaha, ia selalu membuat tujuan yang besar seperti tujuan-tujuan perusahaan besar. Akhirnya ia sampai dititik tidak mempunyai uang sama sekali karena usaha biji plastiknya pun merugi hingga hutangnya mencapai 1.3 Milyar pada saat itu. 

Dengan hutang sebanyak itu ia berusaha melunasi dengan menjual aset-asetnya. Sampai rumahnya yang ia bangun dengan jerih payah pun harus dijual untung membayar hutang-hutangnya. Akhirnya Nanang tidak mempunyai tempat berteduh hingga ia pun diusir dari kost karena tidak mampu membayar bulannya hingga terpaksa Nanang bersama istrinya tidur di pom bensin yang berbeda setiap harinya.


Ketika Nanang bersama anak-anaknya melewati suka dan duka bersama.




Dukungan dari Istri dan Doa Ibu


Sang istri tidak sanggup melihat Nanang penuh tekanan akibat usahanya yang terpaksa harus gulung tikar. Ia berniat membantu suaminya dengan bekerja di salah satu bank. Nanang pun menyetujui dan ingin juga bekerja di bank agar ia bisa menafkahi istri dan anaknya. Tapi sang istri melarang karena ia yakin Nanang akan segera menemukan inspirasi kembali untuk usahanya. "Biarlah saya saja yang membantu mengumpulkan modalnya nanti dengan bekerja di bank, Mas dirumah saja", ucap istri Nanang.

Bagai pucuk datang ulam pun tiba yaitu ketika datang hari gajian. Nanang Suherman berusaha mencari ruko atau tempat tinggal dengan modal 500 ribu hasil sisa gaji istrinya. Ia kemudian menelpon beberapa pemilik ruko tapi karena ia jujur hanya mempunyai DP 500 ribu ia langsung ditolak oleh pemilik.


Hingga waktu adzan zuhur tiba, Nanang mampir di masjid untuk solat zuhur. Karena ia satu-satunya anak muda disitu akhirnya ia disuruh jemaah untuk menjadi Imam solat.


Setelah solat zuhur, Nanang kembali mencari ruko disekitar masjid. Tidak lama ia menemukan tempat dan langsung bertanya kepada pemilik apakah si pemilik berkenan rukonya disewakan kepadanya. Karena si pemilik tadi adalah makmum nya Nanang ketika solat zuhur di mesjid tadi akhirnya si pemilik bersedia menyewakan ruko nya untuk Nanang. Bahkan ia menawarkan boleh memakai barang-barang yang ada disana seperti kompor, piring dan peralatan dapur lainnya. Akhirnya Nanang mendapatkan ide untuk mulai bisnis makanan dengan menggunakan peralatan masak yang ada di ruko walau ia tidak bisa masak. 



Dari Griya Bebek dan Ayam hingga menjadi Ayam Goreng Nelongso


Siapa sangka bahwa Nanang Suherman saat itu yang tidak bisa memasak tapi yakin dan memutuskan untuk mulai berjualan makanan. Nanang merasa saat itu ia bisa mencari resep yang enak hanya bermodalkan Mbah Youtube dan mbah Google.
Setelah itu Nanang memutuskan untuk menjual bebek dan ayam dengan harga yang cukup murah yaitu 5 ribu saja.

Tidak lama warungnya mulai ramai karena banyak mahasiswa yang suka makan disana. Harganya murah dan rasanya pun enak. Hingga warungnya pun menjadi besar dan dinamakan menjadi Griya Bebek dan Ayam dengan khas logo kepala bebek. Gerai pertama nya ini berdiri pada tahun 2013 berlokasi di Krangploso, Malang, Jawa Timur.

Disinilah Nanang merasa Allah telah membuka rejekinya lewat bisnis kuliner. Semakin lama bisnisnya semakin besar, outletnya pun semakin banyak. Naas, pada akhir tahun 2014 cabang kedua Griya Bebek dan Ayam mengalami kebakaran hebat akibat ledakan tabung LPG dan menghanguskan bangunan yang terdiri dari 2 lantai hingga yang tersisa hanyalah rangka beton dan besi bangunan saja. Kejadian tersebut banyak diliput berbagai media dengan headline berita "Ayam Nelongso dilalap api" bukan Griya Ayam dan Bebek. Akhirnya Nanang mendapat inspriasi untuk mengganti nama usahanya menjadi Ayam Goreng Nelongso. 

Nelongso dalam bahasa Jawa artinya sedih atau kosong. Sesuai dengan perjalanan hidup Nanang dimulai saat dia harus berusaha membayar kuliahnya sendiri hingga usaha bisnis nya banyak yang bangkrut membuat Nanang memilih memakai kata Nelongso untuk gerai makanannya karena Arti Nelongso ini sangatlah lekat dengan kehidupannya. Berkat mental wirausaha yang kuat dan keyakinan bahwa dia mampu berhasil suatu hari nanti membuat Nanang tidak pernah merasa putus asa.


Nanang Suherman bersama istri dan anak-anaknya


Segala suka dan duka telah Nanang lalui bersama dengan dukungan istri dan anak-anak tercinta. Mulai dari usaha gerobakan hingga outlet nya yang tersebar di pulau Jawa dan Bali. Hal ini didukung oleh mental dan keyakinan bahwa setiap usaha yang dijalani walaupun usaha tersebut masih tergolong usaha kecil tapi harus mempunyai tujuan yang besar. Selain itu, Nanang juga membuat sistem operational layaknya perusahaan besar seperti mencari SDM terbaik yang syaratnya adalah orang-orang baik kemudian Nanang akan mengajarkan dan memberikan ilmu kepada para orang baik tersebut hingga bisa membantu menjalankan visi dan misi dari Nanang.


Ditengah pandemi ini banyak usaha yang mulai menurun bahkan banyak yang mengalami kebangkrutan. Tapi Ayam Goreng Nelongso akan terus bertahan dan tetap berkekspansi ke seluruh kota. Terbukti, saat ini Ayam Goreng Nelongso sudah mempunyai 70 cabang dan pada tanggal 24 Juni 2021 nanti, Nanang akan membuka cabang ke-71 di Purwosari.


Orang yang baik harus naik, nah orang yang bisa naik harus saya pintarkan. Sehingga saya bisa pasrahkan dan percayakan kepada orang baik, ucap Nanang Suherman.

 
Temukan kisah inspiratif dalam hidup dan juga berbisnis pada Youtube Channel Pecah Telur dan Instagram Mas Nanang



Kisah inspiratif Nanang Suherman di Youtube Channel Pecah Telur



Terima kasih telah meluangkan waktu membaca blog aku. Sampai berjumpa ditulisan ku selanjutnya.
Love, Mommy Blue.


3 komentar

  1. Enak emg nih ayam nelongso , kisahnya sangat menginspirasi , thx u sharingnya mom blue

    BalasHapus
  2. Inspiratif banget mom. Aku jadi semakin bersemangat buat usahanya. Ga ada yang ga mungkin semasih kita mau berusaha ya mam

    BalasHapus
  3. Merintis sebuah usaha memang tidak ada yang mulus ya. Tapi melihat hasilnya sekarang pasti bahagia dan merasa bangga.

    BalasHapus