[SHARING] DOKTER ANAK DI JAKARTA DAN TANGERANG

 Assalamualaikum moms..


Hari ini aku mau berbagi mengenai beberapa dokter anak yang sudah pernah aku coba untuk konsul mengenai tumbuh kembang anakku sejak dia lahir hingga sekarang. 

So far, dari awal tahun 2021 aku belum ke dokter lagi untuk sekedar check up atau vaksin. Mungkin setelah sharing ini aku berharap banyak ibu-ibu yang bisa sharing tentang dokter anak yang nyaman dan lokasinya supaya bisa membantu ibu-ibu untuk mencari dokter anak.




Kriteria ku dalam memilih dokter anak sebenarnya sederhana banget dan kriteria ini pasti jadi kriteria ibu-ibu juga dalam memilih dokter anak yaitu :

1.  Dokter yang bisa mendekat dengan anak karena anak sangat pintar dalam mengenali seseorang. Bahkan anakku pernah mengalami trauma ke dokter gara-gara ketika dia mau divaksin dokternya malah main langsung suntik aja tanpa pengenalan. Akhirnya ia nangis dan mulai ketakutan jika bertemu dokter.

2. Dokter yang ramah dan bisa pro-aktif bertanya dan menjawab. Apalagi sebagai ibu baru pastinya memang ilmu kita masih sedikit dan ilmu kedokteran pun terus bertambah. Oleh karena itu, aku ingin dokter yang pinter berkomunikasi dengan kita seperti dokter impian ku yaitu dr. Meta Hanindita. Andaikan ia praktek di Jakarta aku yakin pasiennya membludak 😑

3. Dokter yang bisa diajak konsultasi via whatsapp apalagi dimasa pandemik ini, kalau tidak urgent sebaiknya tidak mengunjungi rumah sakit karena covid yang sedang tinggi.


Mari kita review~~~


1. dr. Engkie Achmad Djauharie, Sp.A (K) 





Beliau adalah spesialis Neunatologi yang praktek di RSAB Harapan Kita. Kalau moms sudah baca cerita ku pasti sudah tau ya kalau aku melahirkan di RSAB Harapan Kita. Jadi, beliau adalah dokter anak yang sudah ditetapkan ketika aku melahirkan disana.


Baca juga artikelku  : Pengalamanku melahirkan di RSAB Harapan Kita

 

Dokter Engkie menurutku so far so good. Dengan anakku yang lahir kejepit panggul. Beliau menjelaskan dengan detail alasannya tanpa menakuti dan penjelasan yang cukup menenangkan sebagai ibu baru.

Aku tidak lanjut lagi karena memang inginnya konsul ke dr Atilla di Brawijaya Antasari karena beliau adalah dokter adik-adikku dari 10-11 tahun yang lalu.


2. dr. Attila Dewanti, Sp.A (K)




Beliau praktek di RS Brawijaya Antasari dengan spesialis Neurologi. Aku baru tahu juga ternyata dokter ini menjadi dokter favorit para artis juga hihi.. Aku suka beliau bukan karena banyak artis konsul ke beliau tapi semenjak aku lihat ibuku suka bawa adikku vaksin di RS Brawijaya dengan dr. Attila, beliau sangat ramah dan murah senyum kepada pasien termasuk aku yang suka nganterin ibu dan adikku. Penjelasan beliau pun cukup detail dan menjawab secara to the point setiap kita bertanya. Tapi, kalau kita ga banyak nanya jangan harap penjelasannya akan banyak ya. Semenjak saat itu, aku niat setelah punya anak nanti mau coba untuk konsul ke beliau. Akhirnya setelah melahirkan rela deh jauh-jauh check upnya karena rumah di Tangerang dan harus ke daerah antasari, Kemang. 

Setiap bulan semakin lama menunggu untuk konsul karena antrian dr Atilla semakin banyak. Belum termasuk ketika beliau sering cuti saat itu. Yang paling membuat aku memutuskan untuk ganti dokter adalah karena pasiennya semakin banyak jadilah beliau akhirnya terkesan menjelaskan secara buru-buru dan ingin cepat selesai ketika itu. Aku mulai ga nyaman dan akhirnya berpindah ke dr Gladys di RS yang sama.


3. dr Gladys Rasidi, Sp.A




Dokter Gladys menurutku adalah dokter yang paling ramah selama pengalaman ku mencari dokter anak. Beliau praktek di RS Brawijaya Antasari dan Rumah Sakit Royal Taruma daerah Jakarta Barat. Waktu itu aku memilih dokter Gladys karena ku liat beliau hampir tiap hari praktek disana jadi aku berharap beliau tidak banyak antrian pasien dan ketika pertama kali aku konsul saat anakku kena flu selama seminggu lebih dan belum sembuh. 

Pertama kali bertemu beliau terdengar suaranya lembut tapi volume lumayan kencang, tubuh besar disertai senyum ceria yang terlihat dari mata dan bibirnya. dr Gladys berusaha detail memeriksa anakku dengan mulai bertanya mulai dari berat badan dan keluhaanku. Saat beliau mau mengecek keadaan anakku, dia mengajak komunikasi dulu dengan suara cerianya, kemudian dikasih mainan sesuai permintaan anakku dan anakkupun diajak ngobrol sambil beliau cek dengan stetoskop.

Selain itu jawaban beliau terhadap pertanyaan ku dan juga attentionnya pun cukup baik kepada aku dan anakku. Anakku pun akhirnya "Happy" setiap mau bertemu dengan dr Gladys.


Pernah aku mau vaksin dengan dokter yang lain karena saat itu dr Gladys sedang cuti, anakku ga pake ditanya atau diajak ngobrol langsung disuntik dan akhirnya trauma ke dokter. Kemudian setelah itu aku bertemu lagi dengan dr Gladys untuk vaksin lainnya dan akhirnya anakku ga trauma lagi setiap vaksin karena anakku merasa nyaman dengan beliau yang selalu ceria dan sering ajak ngobrol dengan anakku. Saat ini aku masih konsul dengan beliau cuma udah 6 bulan belum ajak Qina vaksin lagi kesana.


4. dr. Tinuk Agung Meilany Sp.A (K)




Dokter Tinuk adalah satu-satunya dokter gizi nya anakku. Beliau praktek di RSAB Harapan Kita dan juga RS Permata Cibubur. Waktu itu anakku konsul di RSAB Harapan kita ya karena masih tinggal di Meruya. Saat itu aku bawa anakku ke dokter gizi akibat selama mulai MPASI BB usia 6 bulan hingga usia 9 bulan BB nya stuck selama 3 bulan berturut-turut. Padahal menu MPASI sudah kubuat dengan menu lengkap dan anakku makan sebanyak tiga kali menu utama dan snack sebanyak dua kali. 


Setelah lumayan antri panjang aku akhirnya observe dengan beliau. Beliau sangat ramah dan detail. Satu persatu ditanya seperti pola makan, makannya dimana, makannya apa aja kemudian dihitung kalori yang dibutuhkan setiap harinya. Akhirnya anakku harus ditambah susu kalori yang lebih tinggi yaitu Infantrini. Susu ini mempunyai kalori sebanyak 1.500kal/ml. Lumayan banget buat nge-boost BB anak. Selain itu anakku juga ada test darah dan hasilnya keluar HB nya dibawah normal sedikit. Akhirnya dikasih resep zat besi untuk diminum setiap hari. Alhamdulillah pelan-pelan BB nya naik hingga umur 13 bulan aku stop dengan susu nya.


So far, aku suka beliau dalam hal gaya bicara yang penuh penjelasan dan juga komunikatif. Aku tidak melanjutkan ke beliau karena aku orangnya mudah stress apalagi ketika konsul ke dokter gizi yang paling concern dibahas dan diobserve adalah peningkatan BB dan TB. Anakku untuk capai di kurva hijau agak sulit karena lumayan jauh. Tapi saat itu sudah diatas -1 untuk BB dan diatas -2 untuk TB. Akhirnya aku tidak melanjutkan ke beliau lagi karena ingin cari perspektif lain khususnya tentang tumbuh kembang anak.


5.  dr. Jeanne-Roos Tikoalu, Sp,A. IBCLC, CIMI





Dokter Jeanne adalah dokter anakku pada tahun 2020 saat anakku tiba-tiba mengalami jerawat parah disekitar kaki dan tangannya. Beliau praktek di RS Puri Indah, Jakarta Barat. 

Jerawat yang mirip bisul tiba-tiba muncul hingga tiga minggu lamanya akhirnya aku beranikan diri membawanya ke RS saat wabah Corona sedang tinggi karena aku sangat kasian melihat anakku yang sering menggaruk kakinya dan akhirnya menimbulkan bekas luka hitam di kaki dan tangan.

Saat itu aku langsung suka dengan beliau karena benar-benar detail dan tidak membuat aku panik ketika anakku sedang sakit. Konsul pertama saat itu hampir 45 menit lamanya. Segala pertanyaan dan kebingungan ku semua dijawab. Dan super happy anakku juga happy dengan beliau karena baru ketemu dokter yang memberikan sticker lucu ke anak setelah konsultasi/vaksin. Jadi aku putuskan untuk ke beliau ketika konsul.

Beliau pun concern juga dengan pertumbuhan anak dan bener-bener melihat Berat Badan (BB) dan Tinggi badan (TB) secara menyeluruh. Saat itu RS Puri Indah sangat dekat sekali dengan rumah ibuku. Sayang aku sekarang tinggal di Bekasi dan sangat jauh jika harus konsul ke sana.


Review dan keputusanku


Perjalanan ku mencari dokter hingga anakku usia 3 tahun sekarang menurutku sudah cukup banyak ya :D 

Maklum, aku orang sedikit perfeksionis kalau sudah urusan tentang anak. Saat ini karena rumahku di Bekasi dan belum dapet referensi dokter dan rumah sakit yang bagus daerah Bekasi aku akan kembali konsul ke RS Brawijaya dengan dr Gladys karena beliau sangat care dan sampai saat ini aku cocok dengannya. Aku pun juga suka dengan pelayanan dari RS Brawijaya Antasari. Kita bisa daftar dengan dokter setelah kita selesai konsul. Jadi, kita ga kelupaan untuk konsul nanti. Setiap mau konsul akan kembali direminder oleh pihak RS lewat whatsapp. Apabila dokter berhalangan hadir akan diinfokan juga. Kemudian selama PPKM ini minim antrian karena aku bisa menunggu panggilan dokter di mobil. Jika sudah tinggal 1 pasien kita bisa langsung masuk ke dalam RS. Jadi lebih safety ya Moms..


Jadwal dokter anak di RS Brawijaya bisa klik disini



So, adakah yang punya referensi dokter anak di Rumah sakit daerah Pondok Gede sekitarnya atau daerah Bekasi? Boleh dong sharing nya ya moms supaya aku dan anakku nanti bisa terus konsul mengenai pertumbuhan anak. Kalau ada referensi dokter tumbuh kembang juga boleh ya 😀