Pengalaman Flek dan Keluar Darah pada Awal Kehamilanku

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Ketemu dengan Mommy Blue lagi ya 😁
Ini blog keduaku.
Semoga ceritaku bisa memberikan pengalaman untuk Mommy semuanya yang lagi hamil maupun sedang merencanakannya..

Kali ini aku ingin throwback kemasa hamil ku. Aku ingin sharing tentang pengalaman hamil pertamaku.

Let's Start ❤

Menikah pada tanggal 30 July 2017.
Aku dan suami sepakat tidak mau menunda kehamilan.
Pada bulan Oktober 2017, aku tidak tahu saat itu aku sudah hamil. Ketika itu gejalanya hanya mual saja. Kebetulan aku tidak punya jadwal menstruasi (bisa 3 bulan sekali atau setahun 3-4x).
Setelah mual-mual itu, teman-teman kantorku menyuruh aku testpack. Tapi aku masih belum mau karena menganggap biasa saja.

Setelah mual itu, muncul flek.
Kemudian aku memberanikan diri untuk testpack dan hasilnya ada dua garis biru namun garis keduanya sedikit samar.

Testpack pertama aku 

Setelah 2 hari aku testpack aku memberanikan diri untuk konsul ke dokter di RS Harapan Kita.
Pada saat pertama kali aku konsultasi dengan Dr Agus Supriyadi Spog karena hanya beliau yang praktek di hari dan jam yang cocok denganku.

Tidak lama aku menunggu, kemudian aku dipanggil suster untuk masuk kedalam ruangan.
Aku disuruh tiduran di kasur kemudian membuka celana dan membuka kakiku (seperti mengangkang)
Kemudian suster menutup dengan kain agar tidak terlihat.
Lalu dokter datang dan bertanya seperti kapan terakhir mens, apa keluhannya dan sebagainya sambil memainkan USG TransV nya. 
Setelah itu dokter menggunakan USG Transvaginal untuk mengecek kandungan ku. Saat itu menurut tanggal terakhir menstruasi usia kandunganku sudah 5 minggu.

USG Transvaginal ini berbentuk tongkat sebesar +- 10 cm kemudian alat ini dimasukan ke dalam vagina untuk melihat langsung secara dekat organ reproduksi kita.

Cara USG Transvaginal bekerja

Tidak lama dokter mengecek kandungan ku kemudian dokter bilang bahwa tidak terlihat kantung kehamilan disana.
Setelah dicabut alat USG TransV langsung keluar darah segar lumayan banyak dari vaginaku ke kasur tempat ku berbaring.
Aku shock, sedih, ingin menangis.
Aku tanya ke dokter apakah kami akan baik-baik saja.
Dokter kemudian mengatakan kepadaku "2 minggu lagi tidak ada kantung kehamilan maka kamu harus dikuret karena kamu hamil anggur. Minum obat penguatnya dan bedrest total selama seminggu kemudian kontrol lagi. Kita lihat nanti"

Pulang dari RS badanku lemas.
Aku tidak tahu harus bagaimana.
Hatiku sedih dan shock ketika mendengar perkataan dokter.
Hamil adalah impian semua wanita di dunia.
Ketika testpack itu memberikan ku dua garis biru, hal itu memberikan ku sedikit harapan bahwa aku bisa mempunyai keturunan untuk keluargaku.

Aku searching-searching tentang apa yang aku alami. Hasilnya malah membuat aku semakin stress.
Di beberapa artikel menyebutkan bahwa obat penguat bisa menguatkan janin jika janin kuat atau bisa melemahkan janin jika janin lemah.
90% artikel yang ku baca mengatakan bahwa kemungkinan besar aku hamil anggur.

Aku ga tenang, kemudian aku mencari referensi dokter lagi di RS Harapan Kita dan ibuku merekomendasikan Dr Gatot Abdulrazak Spog karena beliau dokter bagus disana dan beliau juga dokter yang menangani ibuku waktu hamil adikku paling kecil saat umur 40 tahun.
Sudah pada tau kan kalau Dr Gatot juga yang menangani kehamilan anak kembar Irish Bella.


Dr Gatot Abdul Razak Spog


Seminggu kemudian aku daftar untuk konsul ke Dr Gatot dan antriannya masya allah.
Aku dapat nomer 27 pada saat itu. Kurang lebih antri 2 jam 🙈
Perjuangan banget pada masa itu. Saat itu aku masih mengalmi flek- flek. Bahkan sampai keluar darah seperti menstruasi. Aku deg-degan.

Setelah 2 jam menunggu kemudian aku masuk ke ruangan. Seperti biasa aku disuruh tiduran diruangan dan memposisikan seperti kaki ku terbuka.
Kemudian dokter bertanya yang sama seperti Dr Agus dan aku ceritakan aku tidak mau USG Transvaginal karena trauma dengan keluar darah setelah itu.

Untungnya Dr Gatot pengertian. Dia mau ikutin permintaan pasien.
Tetapi Dr Gatot bilang bahwa kalo USG Abdomen di perut susah terlihat kantungnya. Karena aku masih trauma aku ga masalah dengan hasil USG Perut.

Dr Gatot sangat sopan, dia tidak menjatuhkan harapan aku. Dengan penuh doa aku berharap akan ada berita baik darinya. Tetapi lagi- lagi dokter bilang tidak ada kantung kehamilan di kanduganku.
aku disuruh minum obat penguat lagi selama 2 minggu dan bedrest total lagi kemudain konsul.

Obat penguat yang aku konsumsi dari awal namanya Duphaston.
Ketika itu harganya 1.2 juta untuk 30 tablet dan aku harus meminum 2x sehari.
Aku dan suami ku usahakan sebaik mungkin untuk calon anakku.

Aku belum punya grup sharing, akhirnya aku sharing di instagram story dan ada sahabatku menyarankan ku untuk meminum rebusan daun mangkokan.

Daun Mangkokan


Daun mangkokan ini banyak manfaatnya seperti : 

1. Mempelancar sistem pencernaan
2. Mencegah rambut rontok
3. Mengobati luka
4. Mengobati peradangan
5. Memperlancar aliran peredaran darah
6. Mencegah munculnya anemia
7. Memperlancar organ reproduksi


Tidak lama alhamdulillah aku banyak dikirimin daun mangkokan dari teman-temanku.
Setiap hari 1 tangkai (3 daun) aku rebus 5 menit kemudian airnya aku minum 2x sehari biasanya pagi dan malam.
Aku pasrahkan kepada Allah jika memang nanti ada calon anakku berarti memang rejeki ku, jika belum ada berarti aku harus lebih bersabar dan belum saatnya aku menerima titipan Allah swt.
Memang benar daun mangkokan ini benar-benar makin mengurangi flek-flek aku. Sampai bersih dan ga keluar lagi fleknya aku baru berhenti minum rebusan ini.

2 minggu berlalu,
Saat itu usia kandungan ku 8 minggu.
Dokter mengatakan seharusnya sudah ada detak jantung di usia ini.
Aku dan suami berdoa terus ketika pemeriksaan tersebut.
Tidak lama aku dengar suara degup jantung, deg deg deg....

Masya Allah, Allah maha Besar.
Dengan segala usaha yang ku lakukan dan doa yang ku panjatkan alhamdulillah Allah mendengar dan mau menitipkan keturunan di rahimku.
Alhamdulillah setelah rajin meminum rebusan daun mangkokan dan obat dari Dr Gatot, calon bayiku dan aku bisa bertahan.

Tidak mudah memang menjadi seorang Ibu, pastinya ini hanya salah satu yang harus aku jalanin untuk menjadikanku menjadi Ibu yang lebih baik untuk anakku nanti.


Semoga sharingku bisa membantu Ibu-ibu diluar sana ya.
Sampai berjumpa di curhat Mommy Blue lainnya 😁

10 komentar

  1. Aku jg pengalaman ini pas hamil kakak lpva 5 mgg aku flek.. panik krn bru pertama hamil, tp pas periksa dokter alhamdulillah gpp. Thanks for sharing ya mom

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah syukurlah ya mom.. sehat selalu Ipva ❤

      Hapus
  2. Syukurlah ga ada kendala lebih lanjut ya. Thank you for sharing

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah moms . Terima kasih momi 😘

      Hapus
  3. Alhamdulilah tidak ada kendala yg berlebihan ya mom...sehat-sehat sampai persalinan ya😘

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulullah mom shela terima kasih doanya ya 🤗

      Hapus
  4. Aku juga ngerasain perasaan campur aduk ini pas hamil pertama krn ngeflek mommy blue, dan itu penantian hampir 5th hiksss..gak bisa diungkapkan kata2, super degdegan sambil berharap semua baik-baik saja.

    BalasHapus
  5. Ya allah... tapi gimana keadaannya mom? Anak pertama pas lahir sehat kan? Aku juga deg2an, baca-baca artikel malah bikin tambah stress waktu itu 😭

    BalasHapus